Oleh: rullyindrawan | Juli 18, 2012

Nasib Koperasi Pertanian Kita

NASIB KOPERASI PERTANIAN KITA

Rully Indrawan

Banyak hal yang ironis yang terjadi di negara kita saat ini. Dari sekian banyak ironis, antara lain adalah terpuruknya nasib petani kita di tengah krisis pangan yang tengah melanda pangan kita. Logikanya petani, yang merupakan suplier bahan pangan gembira dengan tingginya permintaan. Krisis pangan dapat diartikan sebagai permintaan yang lebih besar dari penawaran. Faktanya, tinggginya permintaan terhadap bahan pangan, walau sudah diikuti dengan kerja keras kamum tani, tetap saja hidup mereka semakin memprihatinkan.
Kecenderungan buruknya nasib petani disebabkan buruknya mata rantai usaha tani kita. Sejauh ini nilai tambah produksi pertanian kita sebagian besar jatuh kepada petani tetapi para tengkulak dan pengijon. Sejujurnya hal itu sudah berlangsung lama, saat orde baru dicoba dikembangkan BUUD/KUD yang berperan sebagai lembaga ekonomi pedesaan yang berpihak kepada petani, namun sejauh ini keadaan bukan semakin membaik.
Peran koperasi dalam bidang pertanian, yang linear seharusnya meningkatkan kesejahteraan petani, berhasil dijalankan di berbagai negara. Tak terkecuali di negara kapitalis sekalipun. Bagaimana koperasi pertanian seperti Zen-Noh (National Federation of Agricultural Co-operatives), dan Zenkyoren dari Jepang, National Agricultural Cooperative Federation (NACF) dari Korea, CHS Inc (USA), Covea (Perancis), atau BayWa Group (Jerman) dan ratusan lagi koperasi yang mampu memainkan peran itu secara baik. Malah koperasi Zenoh dalam melindungi kepentingan petani memiliki kekuatan untuk ikut menentukan kebijakan pemerintah Jepang dalam eksport maupun import hasil pertanian.
Pengalaman yang kurang baik di masa lalu untuk keperansertaan koperasi dalam program ketahanan pangan, harus dilihat secara cermat dengan memisahkan antara urgensi peran dan sistem tata kelola. Menurut hemat saya, masalah di masa lalu lebih banyak pada sistem tata kelola yang kerap bukan saja menggagalkan tujuan tetapi memberikan stigmatisasi yang luar biasa kepada koperasi secara menyeluruh. Patut diakui bahwa di sektor pertanian, KUD di masa lalu cukup efektif mendorong peningkatan produksi di subsektor pangan, khususnya melalui program penyaluran prasarana dan sarana produksi (pupuk, bibit, obat-obatan dan RMU) kepada petani. Demikian pula peran pentingnya KUD dalam sistem distribusi pangan melalui pemasaran gabah atau beras untuk kepentingan para anggota.
Patut diakui pula banyak KUD/koperasi yang bisa menjalankan peran mendasar dalam penguatan ekonomi petani. Misalnya melalui usaha penyediaan pupuk dengan harga terjangkau dan mekanisme pengadaan yang mudah dipahami petani. Selain itu pula, koperasi bisa menjalankan fungsi penanganan dan pengolahan gabah petani -saat surplus ataupun defisit produksi- dengan demikian terjaganya stabilitas pendapatan petani. Dalam banyak kasus berbagai kepastian harga, dikuti pula dengan kepastian pasar melalui penyediaan sistem informasi pasar yang akurat.
Reformasi telah banyak memberikan manfaat dalam banyak hal, seperti hak-hak politik rakyat. Namun belum banyak memberikan arti bagi bagi perbaikan hidup petani. Karena senyatanya peningkatan income perkapita menjadi diatas $3000 dikuti dengan meningkatkanya kesenjangan pendapatan (lihat gini index). Yang tetap dilandasan adalah kelompok petani itu, karena mereka tidak menikmati jerih payahnya secara optimal akibat tidak mampu menggarap sektor hilir produk pertanian mereka.
Saatnyalah kita tidak usah malu untuk memberi daya hidup kembali kepada KUD yang sejauh ini secara sistimatis terlelap akibat kesalahanan penanganan di masa lalu. Karena itu bagaimana memerankan koperasi sebagai lembaga ekonomi petani dan penguatan agribisnis di dalam perekonomian pasar harus menjadi agenda bersama bangsa ini. Bila tidak, energi kita habis mendiskusikan buruknya nasib petani Jawa barat dan hebatnya nasib petani Jerman Barat. Wasalam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: