Oleh: rullyindrawan | Desember 8, 2010

KITA MASIH PERLU KOPERASI

KITA MASIH PERLU KOPERASI
Rully Indrawan

Potensi peran penting koperasi semakin besar di era persaingan bebas saat ini. Pemberlakukan ACFTA, dan kemudian dalam waktu dekat menyusul AIFTA, serta kesepakatan pasar bebas regional lainnya; meniscayakan masalah serius bagi pelaku usaha lokal. Ini tidak ada kaitannya dengan kemampuan pelaku usaha lokal, namun lebih berkaitan dengan fasilitas serta regulasi yang berada di luar jangkauan mereka. Daya tawar individual, mereka rendah dalam mengakses fasilitas dan memperngaruhi regulasi. Namun tidak demikian kalau bersatu, bukan hanya meningkatkan daya tawar tapi juga menciptakan coopetation (sebagai antitesa dari competition) yang berarti bekerjasama mengatur persaingan yang berkeadilan, serta bersama-sama saling memperkuat daya saing melalui penguatan sinergi internal. Oleh sebab itu, koperasi dengan dasar filosopis kerjasama (cooperation) bisa menjadi jalan keluar dari bentuk persaingan (competition) sebagaimana yang dikemukakan dalam Thurow pada The Winner-Take-All Society nya Robert Frank dan Philip Cook (1996).
Tugas koperasi pada tataran mikro (baca Sri Edi Swasono, di HU Suara Pembaharuan, 12 Juli 2010) adalah menggerakan ekonomi akar rumput (grasroots economy). Koperasi hadir untuk memperkuat daya ekonomi anggota sebagai pelaku usaha melalui prinsip mutual simbiosis dan cooptation. Sehingga potensi masyarakat yang berserakan dan tidak terjamah pembiyaan sektor perbankan, dan membutuhkan pendampingan untuk memperoleh skala ekonomi (economic scale); secara bertahap mampu menjadi pembayar pajak yang signifikan, dan pengekspor yang mampu bersaing di pasar global. Dan tidak boleh lupa, kalaupun kedua hal tersebut belum terwujud, peran koperasi itu berpotensi dalam penyerapan angkatan kerja dan mengurangi angka kemiskinan.
Oleh sebab itu dalam konteks penguatan daya saing ekonomi nasional, gerakan koperasi harus memperhatikan tiga hal. Pertama, menetapkan usaha anggota sebagai fokus pengembagan koperasi. Kedua, menegaskan penguatan skala ekonomi bagi bisnis koperasi yang pro-anggota. Dan ketiga, model manajemen serta sistem transformasi nilai seperti apakah yang cocok untuk merealisasikan dua hal yang pertama.
Ada tiga hal yang menghambat terwujudnya peran koperasi, yakni manajemen, sumberdaya manusia, dan pembiayaan. Saya sepakat, bagi penggiat dan peneliti koperasi hal itu pun sudah lama diketahui, yang kita perlu diskusikan adalah solusinya. Dari ketiga masalah dasar tersebut pada dasarnya muncul dari internal koperasi itu sendiri. Namun bukan berarti pihak lain, apalagi pemerintah, puas berada di posisi sebagai pemerhati dan pengamat belaka yang ujung-ujungnya puas mendapat pin penghargaan dalam setiap hari koperasi. Koperasi, sebagaimana diungkap SBY sendiri, penting bagi bangsa ini. Maka secara imperatip memaksa kita untuk melakukan sesuatu untuk semakin membaiknya manajemen koperasi, semakin baiknya mutu SDM koperasi, semakin mudah dan murahnya pembiayaan yang bisa diakses oleh koperasi.
Manajemen koperasi dewasa ini berkembang sebagaimana layaknya bisnis berkarakter kapitalistik karena mereka harus berhadapan dengan kenyataan struktur pasar yang dihadapinyanya pun pasar persaingan sempurna. Demikian pula SDM yang adapun hasil proses pendidikan yang berkiblat pada ekonomi pasar dan itu terus menerus disampaikan pada setiap jenjang pendidikan. Demikian pula pembiayaan, sektor perbankan kita hanya, dan hanya, melayani pelaku usaha yang feasible dan bankeble. Banyak usaha koperasi yang feasible tapi secara struktural mereka tidak mungkin bankeble. Pemecahan di atas meja sangat sederhana, tetapi dalam pelaksanaan menjadi sangat sulit. Namun kadang kita suka mempersulit diri.
Patut diakui langkah kita selama ini masih absurd dan kadang-kadang seremonial belaka. Penuh kecurigaan, tidak mau lelah, cari gampangnya, cepat lupa, membiarkan rakyat menemukan jalan hidupnya sendiri kalau berhasil ya syukur kalau tidak berhasil tinggal berujar “kegiatan mereka tidak berijin”. Kalau seperti itu, selamat bertemu di Hari Koperasi ke-64, tahun depan. Wassalam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: