Oleh: rullyindrawan | Desember 2, 2008

KOPERASI: MULAILAH DENGAN PENDIDIKAN

Rully Indrawan[1]

 

Peran strategis koperasi, serta usaha kecil dan menengah, tidaklah perlu disangsikan lagi, terutama di tengah goncangan ekonomi seperti halnya dewasa ini. Bahkan di negara-negara maju sekalipun, peran koperasi masih diperhitungkan. Pada tataran global, koperasi dikenal sebagai -menyitir pada konsep ekonomi Anthony Giddens- the third way atas ideologi pembangunan ekonomi.

Namun di tengah besarnya harapan terhadap koperasi sebagai solusi atas problem ekonomi kita, patut diakui saat ini masih banyak masalah yang dihadapi oleh koperasi. Apabila diruntut permasalahan itu berhulu pada lemahnya pemahaman ideologis koperasi; tak terkecuali oleh para pelaku koperasi itu sendiri. Herman Soewardi mengatakannya, sebagai merapuhnya nilai koperasi.

Bukti dari pada itu, koperasi dikelola dalam suasana yang tidak cooperative dan meninggalkan habitat genuine nya, yakni anggota. Maka dengan demikian pra kondisi perbaikan internal koperasi adalah perbaikan sistem pendidikan perkoperasian khususnya, dan pendidikan ekonomi pada umumnya.

Koperasi sebagai sistem demokrasi ekonomi sebagaimana dituntut dalam konstitusi kita, belum di jawab secara mendasar dalam sistem pendidikan ekonomi kita. Pendidikan ekonomi kita lekat dengan warna neo-liberalism. Teori dan literatur yang diajarkan pada peserta didik sebagian besar ekonomi yang berkarakter pasar. Hal ini Ironis dengan pesan konstitusi yang berkarakter demokratis dan humatistis.

Koperasi sebagai lembaga ekonomi seyogyanya tergantung pada dua faktor utama, yaitu profesionalisme  manajerial dan partisipasi anggotanya. Dan profesionalisme manajerial  koperasi diletakan sebagai leverage bagi keberhasilan organisasi koperasi dalam peciptaan keunggulan yang kompetitif. Profesionalisme yang larut pada proses internal organisasi dalam menciptakan pelayanan, akan membentuk partisipasi anggota, yang didukung dengan organizational capital yang kuat. Kemudian partisipasi anggota akan menjamin terciptanya pendapatan (user) dan modal (owner) yang meningkat dan sekaligus  memperkuat organizational capital guna menghasilkan efisiensi biaya yang signifikan. Sehingga pada gilirannya akan dapat meningkatkan kemakmuran bagi para anggota dalam bentuk manfaat (shareholder value). Mekanisme ini dalam praktiknya tidak berjalan, tergerus oleh pragmatisme pengelola koperasi.

Masalah lain yang berkaitan dengan pentingnya aspek pendidikan -di luar substansi ajar- adalah masalah kaderisasi.   Kekhawatiran kita bersama terhadap masa depan koperasi kita, adalah terancamnya  keberlangsungan koperasi, bila dikaitkan dengan fakta mandegnya kaderisasi di kalangan penggiat koperasi. Bila tidak percaya, silahkan hadir pada setiap pertemuan penggiat koperasi, kita akan menemukan kenyataan penggiat koperasi didominasi oleh kelompok yang tidak muda lagi.  Bila hal ini tidak adanya pemecahan yang signifikan, maka dapat dipastikan gerakan koperasi akan mengalami kemandegan, atau setidak-tidaknya akan terjadi distorsi nilai-nilai, dalam waktu yang sangat panjang.

 

Pendidikan seperti apakah?

Pendidikan dalam upaya untuk meningkatkan kompetensi dan komitmen SDM koperasi menjadi sesuatu yang sangat penting untuk dilaksanakan, setelah penanaman nilai dasar berkoperasi. Kompetensi dan komitmen sumber daya manusia koperasi dalam melaksanakan jati diri koperasi (identitas ganda, karakteristik koperasi, prinsip koperasi dan ekonomi, serta partisipasi) akan menentukan tingkat keberhasilan koperasi (anggota, perusahaan koperasi dan pembangunan). Salah satu hasil penelitian yang berkaitan dengan penilaian kompetensi dan komitmen SDM koperasi dikaitkan dengan kinerja organisasi koperasi dan kepercayaan anggota dan stake holder lainnya dalam pemupukan modal (struktur modal) koperasi, penelitian ini dilakukan pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Jawa Barat, (Sugiyanto, 2007), mengasilkan kesimpulan bahwa secara partial komitmen Manajemen berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja koperasi yang diukur dengan kinerja financial dan promosi ekonomi anggota, sedangkan kompetensi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja koperasi.

 

Mandegnya Ilmu Koperasi

Kekhawatiran terhadap masa depan koperasi kita itu semakin kuat manakala kita lihat dari dinamika yang terjadi dalam perspektif keilmuan. Ilmu dan pengetahuan koperasi mengalami kemandegan yang luar biasa, riset-riset hampir tidak ada, bila pun ada terasa pengulangnya. Rendah sekali minat para peneliti koperasi untuk mengembangkan ilmu koperasi karena berbagai kendala teknis. Yang akhirnya koperasi tampil senantiasa dengan wajah dan pendekatan amat sangat konvensional tanpa greget dan inovasi.

Sulit dibayangkan kehidupan koperasi di masa datang, khususnya, dan umumnya ekonomi yang berkarakter moralitas, akan dapat berkembang dengan baik manakala tidak didukung oleh dasar keilmuan yang kuat, serta perhatian yang serius terhadap pendidikan koperasi secara memadai. Maka, lambat laun ekonomi dunia secara total akan tergerus oleh mindstream ekonomi. Relakah kita?

 

 



[1] Rektor IKOPIN

About these ads

Responses

  1. Secara umum permasalahan Koperasi memang salah satunya terletak pada kemampuan SDMnya dalam mengelola Koperasi, padahal keberadaan Koperasi di negara kita sudah cukup lama serta d tunjang oleh sarana pendidikan Koperasi yang cukup memadai yaitu dgn adanya IKOPIN yg memiliki bangunan yg sangat megah d Jatinangor. Dengan berbekal semua itu apa cukup? Menurut saya tidak, semua itu harus ada dukungan sepenuhnya dr komponen masyarakat n pemerintah, artinya Koperasi bukan hanya sebagai badan hukum alternatif saja dalam menjalankan kehidupan ekonomi kemasyarakatan di negara kita.

    • yang paling penting dalam pembangunan koperasi adalah kebutuhan dan upaya mememnuhi kebutuhan itu oleh anggotanya. Yang lainnya bersifat mendukung. terimakasih.

  2. Setuju pa,pentingnya pendidikan profesinalisme manajerial.Profesionalisme yang larut pada proses internal organisasi dalam menciptakan pelayanan,akan membentuk partisipasi anggota, didukung dengan organization capital yang kuat. Partisipasi anggota akan menjamin terciptannya pendapatan (user) dan modal (owner).

    Wah pa jelas sekali skarang..terbuka…terang… Pa,saya jadi tertarik ingin s2 di ikopin…Kalau tidak keberatan Bapak pembimbingnya ya…amin..

    • Terima kasih. Ok saya tunggu di IKOPIN.

  3. dapatkah kami mengutip isi artikel profesor

    • silahkan

    • silahkan, selamat menulis

  4. saya pengelola tabloid KOPERASIKU yang diterbitkan oleh KSP Wisuda Guna Raharja, sebagai media pendidikan koperasi bagi anggota. saya senang membaca artikel profesor khususnya yang berkaitan dengan koperasi. dapatkan kami memuatnya kembali di tabloid yang kami kelola? terima kasih
    agus g thuru:E-mail:agusthuru@gmail,denpasar

    • silahkan, dengan senang hati. trmkasih

  5. bagus sekali artikelnya, kebetulan saya sedang menulis tesis tentang pendidikan koperasi, boleh saya mengutipnya. terima kasih

    • Silahkan selamat menulis tesisnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: